Seni Anyaman Tradisi Agraris Tahun 2020

Seni Anyaman Tradisi Agraris Tahun 2020

(Pariwara Bali)-Seni anyaman tradisi agraris Bali kini mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Hal ini membuat kekhawatiran pengetahuan dan budaya kearifan lokal (Local Wisdom) akan semakin memudar.

Berangkat dari kondisi tersebut tahun 2020 ini Pemkab Tabanan Dinas Kebudayaan UPTD. Museum Subak menggelar kegiatan belajar bersama tentang "Seni Anyaman Tradisi Agraris" melibatkan generasi muda/truna truni dari 10 Kecamatan se Tabanan.

Ketua Panitia yang juga selaku Kepala UPTD. Museum Subak Ida Ayu Ratna Pawitrani, S.Sos. mengatakan, tahun 2020 ini kegiatan belajar seni anyaman tradisi agraris dilaksanakan mulai 12 hingga 21 Oktober 2020 melibatkan Truna/Truni dari 10 Kecamatan di Tabanan, jelasnya.

Saat didatangi pada Kamis (15/10/2020) sore, kegiatan belajar membuat anyaman dilaksanakan di areal Museum Subak Sanggulan Tabanan diikuti sejumlah anak muda yang teknisnya disesuaikan dengan protokol covid-19 dengan materi membuat anyaman capil (topi) tradisional dari bahan daun kelapa dengan peserta anak muda mudi yang berasal dari Kecamatan Penebel dan Selemadeg. Ida Ayu Ratna Pawitrani menambahkan, capil/topi yang dibuat serupa dengan koleksi yang ada di Museum Subak. Yang dipelajari tidak hanya membuat topi saja, ada juga kisa dan tas cantik, ujarnya.

Saat di wawacari salah satu Narasumber/Pelatih seni anyaman I Made Bakti Wiyasa asal Desa Pemanis Penebel mengatakan, belajar membuat seni anyaman tradisional merupakan salah satu upaya konservasi budaya lokal. Anyaman tradisional seperti topi "kelangsah" (topi dari daun kelapa-red) merupakan seni alam yang penting untuk melindungi diri/kepala dari terik sinar matahari atau binatang berbisa seperti ular, terangnya.

Lanjut Bakti, seni anyaman tradisional memiliki bentuk yang menarik dan nilai estitika tinggi sehingga perlu diwariskan kepada generasi muda. Seperti menganyam topi kelangsah misalnya, secara filosofis mengajarkan kita untuk selalu konsiten dan taat pada alur. "Sekali melanggar alur sejak awal maka berikutnya pasti menimbulkan ketidak teraturan", pungkasnya (*/pwb/MN).

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=168286848235648&id=102244844839849&sfnsn=wiwspmo